I.PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Dinamika kelompok merupakan suatu kelompok yang terdiri dari
dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologi secara jelas antara
anggota satu dengan yang lain yang dapat berlangsung dalam situasi yang dialami
secara bersama. Dinamika kelompok juga
dapat didefinisikan sebagai konsep yang menggambarkan proses kelompok yang
selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang
selalu berubah-ubah Pembentukan Kelompok.
Desa Kuta Baru
Kecamatan Tebing Tinggi merupakan desa yang memiliki Dinamika Kelompok, dimana Dinamika Kelompok itu sudah bejalan. Yang mana Dinamika Kelompok tersebut di
ketahui seluruh anggota. Dari tujuan kelompok yang ingin dicapai,
Unsur-unsur kelompok yang menyangkut pembagian tugas, hak, serta kewajiban
anggota kelompok, Unsur-unsur
kelompok yang berkaitan dengan aturan, atau kebiasaan-kebiasaan yang harus
ditaati oleh semua anggota kelompok,
Unsur-unsur kelompok yang harus diupayakan atau disediakan untuk mencapai
tujuan, dan proses sosial
yang terjadi dalam kelompok
tersebut.
Rumusan
Masalah
Dalam melakukan
kegiatan Dinamika Kelompok masyarakat
Desa Kuta Baru tidak mengalami
banyak hambatan dan rintangan, karena Unsur-unsur kelompok yang menyangkut pembagian tugas, hak, serta
kewajiban anggota kelompok sudah
cukup jelas dan tegas bagi seluruh anggota kelompok
1.2
Tujuan dan Manfaat Pratikum
Tujuan dari
peratikum ini adalah :
1.
Mengetahui Dinamika kelompok
yang sudah berjalan di Desa Kuta Baru.
2.
Melihat karakteristik masyarakat dengan adanya Dinamika Kelompok di Desa
Kuta Baru.
Sedangkan
manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :
1.
Dapat memberikan sumbangan pemikiran dan informasi bagi
instansi-instansi terkait dalam rangka meningkatkan kesejahteraan
masyarakat,khususnya bagi Anggota
Kelompok Desa Kuta Baru.
2.
Bagi Anggota
Kelompok, hasil pratikum ini sebagai infromasi tentang usaha yang
dilakukan untuk mengatasi hambatan yang mereka sedang hadapi selama ini.
3.
Bagi penulis , dengan melakukan pratikum ini penulis
dapat mengetahui karakteristik masyarakat
Di Desa Kuta Baru dengan berjalannya Dinamika Kelompok.
II.
TINJAUAN PUSTAKA
Erich
Fromm mengawali kegiatan penyelidikannya yang disusun dalam buku Escape From Freedom untuk menunjukkan
perlunya individu bekerja sama dengan individu lain, hingga timbul solidaritas
dalam kehidupannya. Hal ini disebabkan karena terdorong oleh adanya keinginan
individu untuk memperoleh kepastian dalam kehidupan ketika hasrat kepastian ini
hanya diperoleh apabila masing-masing individu memiliki rasa solidaritas.
Moreno mengemukakan bahwa perlunya kelompok-kelompok kecil seperti keluarga,
regu kerja, regu belajar, ketika di dalam kelompok itu terdapat suasana saling
menolong, hingga kohesi menjadi kuat, dan kelompok yang makin kuat kohesinya,
makin kuat moralnya. Kurt Lewin
menyimpulkan bahwa tingkah laku individu sangat dipengaruhi oleh kelompok yang
menjadi anggotanya. Jadi jelaslah
bahwa kelompok itu memang benar-benar mempunyai pengaruh terhadap kehidupan
individu.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1
Hasil
Definisi Dinamika Kelompok
Pengertian dinamika kelompok dapat
diartikan melalui asal katanya, yaitu dinamika dan kelompok :
·
Pengertian dinamika
Dinamika adalah sesuatu yang mengandung
arti tenaga kekuatan, selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri
secara memadai terhadap keadaan. Dinamika juga berarti adanya interaksi dan
interdependensi antara anggota kelompok dengan kelompok secara keseluruhan.
Keadaan ini dapat terjadi karena selama ada kelompok, semangat kelompok (group spirit) terus-menerus ada dalam
kelompok itu, oleh karena itu kelompok tersebut bersifat dinamis, artinya
setiap saat kelompok yang bersangkutan dapat berubah.
·
Pengertian kelompok
Kelompok adalah kumpulan orang-orang yang
merupakan kesatuan sosial yang mengadakan interaksi yang intensif dan mempunyai
tujuan bersama. Menurut W.H.Y. Sprott mendefinisikan kelompok sebagai beberapa
orang yang bergaul satu dengan yang lain. Kurt Lewin berpendapat ”the essence of a group is not the similarity
or dissimilarity of its members but their interdependence”. H. Smith
menguraikan bahwa kelompok adalah suatu unit yang terdapat beberapa individu,
yang mempunyai kemampuan untuk berbuat dengan kesatuannya dengan cara dan dasar
kesatuan persepsi. Interaksi antar
anggota kelompok dapat menimbulkan kerja sama apabila masing-masing anggota
kelompok:
- Mengerti akan tujuan yang dibebankan di dalam kelompok tersebut
- Adanya saling menghomati di antara anggota-anggotanya
- Adanya saling menghargai pendapat anggota lain
- Adanya saling keterbukaan, toleransi dan kejujuran di antara anggota kelompok
Pengertian dinamika kelompok
Dinamika kelompok merupakan suatu kelompok yang terdiri dari
dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologi secara jelas antara
anggota satu dengan yang lain yang dapat berlangsung dalam situasi yang dialami
secara bersama. Dinamika kelompok juga
dapat didefinisikan sebagai konsep yang menggambarkan proses kelompok yang
selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang
selalu berubah-ubah Pembentukan Kelompok.
Pembentukan kelompok diawali dengan adanya perasaan atau persepsi yang sama dalam
memenuhi kebutuhan Setelah itu akan timbul motivasi untuk memenuhinya,
sehingga ditentukanlah tujuan yang sama dan akhirnya interaksi yang terjadi
akan membentuk sebuah kelompok.
Pembentukan kelompok dilakukan dengan menentukan
kedudukan masing-masing anggota (siapa
yang menjadi ketua atau anggota). Interaksi yang terjadi suatu saat akan
memunculkan perbedaan antara individu satu dengan lainnya sehingga timbul
perpecahan (konflik)
Perpecahan yang terjadi bisanya bersifat sementara karena kesadaran arti
pentingnya kelompok tersebut, sehingga anggota kelompok berusaha menyesuaikan diri demi
kepentingan bersama. Akhirnya setelah terjadi penyesuaian, perubahan dalam kelompok mudah terjadi.
Langkah proses pembentukan Tim diawali dengan pembentukan kelompok, dalam proses selanjutnya
didasarkan adanya hal-hal berikut
Pembagian kelompok didasarkan pada tingkat kemampuan intelegensi yang dilihat dari pencapaian akademis.
Misalnya terdapat satu atau lebih punya kemampuan intelektual, atau yang lain memiliki kemampuan bahasa
yang lebih baik. Dengan demikian diharapkan anggota yang
memiliki kelebihan tertentu bisa menginduksi anggota lainnya.
Pembagian kekuatan yang berimbang akan memotivasi anggota kelompok untuk berkompetisi secara sehat dalam mencapai tujuan kelompok. Perbedaan kemampuan yang ada pada
setiap kelompok juga akan memicu kompetisi internal
secara sehat. Dengan demikian dapat memicu anggota lain melalui transfer ilmu pengetahuan agar bisa memotivasi diri untuk maju.[1]
Terbentuknya kelompok karena memiliki tujuan untuk dapat
menyelesaikan tugas-tugas
kelompok atau individu.
Pengorganisasian dilakukan untuk mempermudah koordinasi
dan proses kegiatan
kelompok. Dengan demikian masalah kelompok dapat diselesaikan secara lebih efisien dan efektif.
Kebebasan merupakan hal penting dalam dinamika kelompok. Kebebasan disini merupakan kebebasan setiap
anggota untuk menyampaikan ide, pendapat,
serta ekspresi selama kegiatanNamun
demikian kebebasan tetap berada dalam tata aturan yang disepakati kelompok
Interaksi merupakan syarat utama dalam dinamika
kelompok, karena dengan interaksi akan ada proses transfer ilmu dapat berjalan secara horizontal yang didasarkan atas kebutuhan akan informasi tentang pengetahuan tersebut.[1]
Pertumbuhan dan Perkembangan Kelompok
Indikator yang dijadikan pedoman untuk mengukur tingkat perkembangan
kelompok adalah sebagai berikut:
b) Setiap kelompok selalu terbuka
untuk menerima peran baru
sesuai dengan dinamika kelompok tersebut
c) Setiap anggota memiliki kelenturan untuk menerima ide, pandangan, norma dan kepercayaan anggota lain tanpa merasa integritasnya terganggu.
Selain hal diatas, perkembangan kelompok dapat ditunjang
oleh bagaimana komunikasi yang terjadi dalam kelompok Dengan
demikian perkembangan kelompok dapat dibagi menjadi tiga tahap, antara lain
1. Tahap pra afiliasi
Merupakan tahap permulaan, diawali dengan adanya perkenalan semua individu akan
saling mengenal satu sama lain Kemudian hubungan berkembang menjadi kelompok
yang sangat akrab dengan saling mengenal sifat dan nilai masing-masing anggota
2. Tahap fungsional Ditandai dengan adanya perasaan senang antara satu dengan yang lain,
tercipta homogenitas, kecocokan, dan kekompakan dalam kelompok. Pada akhirnya
akan terjadi pembagian dalam menjalankan fungsi kelompok.
3. Tahap disolusi Tahap
ini terjadi apabila keanggotaan kelompok sudah mempunyai rasa tidak membutuhkan
lagi dalam kelompok. Tidak ada kekompakan maupun keharmonisan yang akhirnya
diikuti dengan pembubaran kelompok.
Keunggulan dan Kelemahan dalam
Kelompok
Dalam proses dinamika kelompok terdapat faktor yang
menghambat maupun memperlancar proses tersebut yang dapat berupa kelebihan
maupun kekurangan dalam kelompok tersebut:
1. Kelebihan Kelompok
- Keterbukaan antar anggota kelompok untuk memberi dan menerima informasi & pendapat anggota yang lain.
- Kemauan anggota kelompok untuk mendahulukan kepentingan kelompoknya dengan menekan kepentingan pribadi demi
- Kemampuan secara emosional dalam mengungkapkan kaidah dan telah disepakati kelompok
2. Kekurangan Kelompok Kelemahan pada kelompok
bisa disebabkan karena waktu penugasan, tempat atau jarak anggota kelompok yang berjauhan yang dapat memengaruhi kualitas dan kuantitas
pertemuan.
3.2. Pembahasan
Analisis dinamika kelompok di Desa Kuta Baru Kecamatan Teping Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai
Provinsi Sumatra Utara.
Pendekatan Sosiologis : Analisis
tentang komponen atau bagian-bagian kelompok.
(a). Tujuan kelompok yang ingin
dicapai
1.
keberadaan tujuan : c. Tidak tertulis walaupun
diketahui oleh semua anggota.
2.
Penyusunan dan penatapan tujuan : a. Bersama,
melibatkan semua anggota.
3.
Kejelasan tujuan bagi anggota : a. Jelas bagi semua
anggota.
4.
Kesesuaian tujuan dengan kebutuhan anggota : a.sangat
sesuai.
5.
Seberapa dalam anggota kelompok memahami tentang tujuan
yang ingi dicapai : a.Seluruh anggota memahami tujuan kelompok.
(b). Unsur-unsur kelompok yang menyangkut
pembagian tugas, hak, serta kewajiban anggota kelompok.
6.
Kejelasan ketegasan jenjang sosial : b. Cukup jelas dan
tegas.
7.
Kejelasan dan
ketegasan peran status : a. Sangat jelas dan tegas.
8.
Kejelasan dan ketegasan kekuasaan : b. Cukup jelas dan
tegas.
(c). Unsur-unsur kelompok yang
berkaitan dengan aturan, atau kebiasaan-kebiasaan yang harus ditaati oleh semua
anggota kelompok.
9.
Kepercayaan yang dianut oleh anggota kelompok menukung
pencapaian tujuan : a.Sangat mendukung.
10. Keberadaan sanksi bagi anggota kelompok : c.
Tidak tertulis diketahui oleh semua anggota.
11. Kejelasan
dan ketegasan sanksi bagi anggota : b. Cukup jelas dan tegas.
12. Pelaksanaan
sanksi bagi anggota kelompok : a. Berlaku sama bagi semua anggota.
13. Keberadaan norma bagi anggota : c. Cukup jelas
dan tegas.
14. Pelaksanaan
norma bagi anggota kelompok : a. Belaku sama bagi anggota kelompok.
15. Keberadaan
sentiment positif anggota kelompok : c. Jarang sekali muncul dalam prilaku
anggota.
16. Keberadaan
sentimen negatif anggota kelompok : a. Jarang muncul dalam prilaku.
(d). Unsur-unsur kelompok yang
harus diupayakan atau disediakan untuk mencapai tujuan:
17. Ketersediaan
kemudahan (fasilitas) yang diperlukan anggota kelompok : b.Selalu tersedia
walau terkadang dalam jumlah yang tidak mencukupi.
18. Pemanfaatan
fasilitas oleh anggota kelompok : a. Selalu digunakan secara maksimal.
19. Keberadaan
tegangan dan himpitan yang memperkuat persatuan dan kesatuan sesama anggota :
c. Tidak pernah ada.
20. Penggunaan
atau pemanfaatan fasilitas oleh anggota : b. Selalu digunakan walaupun tidak
secara maksimal.
Analisis terhadap proses sosial
yang terjadi dalam kelompok
(a).
Komunikasi
21. Interaksi
antar sesame anggota dalam pelaksaan kegiatan untuk mencapai tujuan kelompok :
a. Selalu lancar dan efektif.
(b).
Pemeliharaan batas
22. Pemeliharaaan
batas-batas social kelompok dengan lingkungannya :
b. Terpelihara walaupun kurang efektif
(c).
Kegiatan sistematik
23. Jalinan
atau keterkaitan suatu kelompok dengan kelompok yang lain : a. Terjalin dengan
baik dan efektif.
(d).
Pelembagaan
24. Proses
pelembagaan fungsi-fungsi sosial atau hubungan-hubungan sosial :
a. Dikembangkan sub-kelompok yang memiliki jalinan yang baik.
(e).
Sosialisasi
25. pembelajaran
atau pewarisan nilai-nilai kelompok kepada setiap anggota :
b. Berjalan walaupun
kurang efektif.
(f).
Kontrol Sosial
26. Proses
pengawasan terhadap prilaku setiap anggota agar tidak menyimpang dari aturan yang disepakati : c. Kurang berjalan
sehingga kurang efektif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar