Pengantar sistem Informasi

pengantar sistem informasi "SELAMAT DATANG DI BLOOGER RESMA"

Kamis, 25 Juli 2013

Kecepatan Jaringan Internet di Era Aktivitas Digital


Kecepatan Jaringan Internet di Era Aktivitas Digital

Kamis, 25 Juli 2013 12:22 wib
detail berita
ilustrasi tower operator telekomunikasi (foto: Getty Images)
KAUM muda selalu identik dengan terobosan atau inovasi baru. Dapat berupa hal yang bersifat modernitas maupun aktivitas yang membawa perubahan. Salah satu sarana pendukung yang dapat diandalkan untuk kegiatan ini adalah teknologi, lebih fokus pada telefon seluler pintar atau smartphone.

Apalagi, kecanggihan yang dibawa gadget ini telah dapat menembus jarak dan suasana yang terkadang menjadi kekurangan, seperti dengan menjelajah di dunia maya melalui jaringan internet.

Salah satu aktivitas yang biasa dilakukan sebagian besar orang, terutama kawula muda, saat berselancar menggunakan internet adalah berinteraksi bersama berbagai kalangan.

Mulai teman terdekat yang selalu bertemu dikarenakan lingkungannya berada di sekitar, hingga sahabat yang lokasinya berjauhan atau bisa dikatakan terpisah ruang dan waktu.

Apabila dirunut secara nalar, kegiatan bersosialisasi seperti tersebut memang sulit dilakukan. Tetapi dengan adanya perkembangan teknologi yang terjaring internet, semua itu menjadi mungkin.

Dimungkinkan karena cakupan jaringan internet nirkabel yang terhubung dapat melengkapi hingga setiap perangkat teknologi canggih yang kini banyak dimiliki generasi muda connected Tanah Air, dalam hal ini smartphone dan gadget lainnya.

Posisi Indonesia
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Rabu, 27 Juli 2013 melalui situs resminya mengumumkan posisi Indonesia yang menduduki posisi ketika tertinggi di dunia sebagai negara pengguna perangkat mobile, salah satunya smartphone, dengan torehan 48 persen, disusul Thailand dan Singapura.

Kemudian dari segi usia, semakin banyak pengguna internet dari kalangan anak muda. Rentang usianya berada di 15-20 tahun, dan diprediksi pada 10-14 tahun mendatang akan terus meningkat.

Kemajuan pesat penggunaan smartphone di kalangan muda seperti itu juga tentunya berdampak dari maraknya layanan media sosial yang banyak berasal dan populer di mancanegara. Sebut saja, Youtube, Facebook, Twitter, dan Google+. Bahkan kini setiap smartphone, yang pada 2015 jumlah penggunanya di Indonesia diprediksi mencapai 18 juta jiwa, ketika dirilis pasti dilengkapi aplikasi salah satu jejaring sosial tersebut.

Sebagai contoh pada media berbagi video Youtube. Situs yang didirikan oleh tiga mantan karyawan PayPal: Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim, pada 14 Februari 2005, menjelma menjadi media sosial yang paling dominan serta populer di kalangan muda dunia karena kemudahan dalam mengaksesnya. Bahkan karena sangat digandrungi, Youtube mencatatkan rekor dengan total durasi unggahan video selama 20 jam dan 6 miliar pengunjung setiap harinya.

Dukungan smartphone yang kini minimal dilengkapi spesifikasi prosesor dual-core, RAM 1GB, sistem operasi Android, dan jaringan 3G, turut memberi kemudahan para penikmat dunia maya untuk melakukan berbagai aktivitas digital, termasuk mengunggah dan mengunduh video di situs seperti di Youtube tersebut. Jadi, pengguna smartphone cukup mengunggah karyanya itu melalui kemodernan yang kini sudah tersedia di genggaman.

Kaum muda connected yang kreatif dan penuh imajinasi adalah salah satu yang dinilai cukup banyak dalam mengunggah serta mengunduh video atau data lainnya tersebut. Mudahnya membuat video, cukup merekam menggunakan smartphone, baik berupa karya hiburan, berita, maupun yang bernuansa pendidikan, dapat dengan praktis diunggah ke media sosial yang menyertakan layanan tampilan video.

Karena itu pula, berbagai operator telepon seluler di Indonesia yang berjumlah 10 buah dan menaungi jaringan internet para pengguna smartphone berlomba-lomba memberikan layanan terbaik. Di antara banyaknya operator ponsel pemberi layanan jaringan itu, menurut pengamatan singkat yang dipaparkan di sejumlah media, Telkomsel masih merajai.

Ditambah, provider kebanggaan Tanah Air dengan jumlah pengguna mencapai lebih dari 125 juta ini baru saja meluncurkan program Walk with Simpati yang mewadahi para pelanggannya yang berjiwa muda connected dalam menyalurkan segala kegiatan yang berbau digital activity.  (amr)

Sabtu, 27 Oktober 2012

Kreasi Periii Cantikk Q...

Belajar buat peri cantik sesuai yang kita ingin kan ternyata enggak sulit yaa....
karena sering lihat bunda dien buat boneka-boneka lucu dari kain craft dan benang woll rajutannya sendiri, jadi ikutan pengen ngasilin karya sendiri..

Nah kita mulai bikin peri cantiknya yah...
1`. Potongan flanel sesuai pola dan warna seperti yang kita inginkan...













2. Setelah pola terpotong rapi kita mulai bikin bagian kepalanya dulu..jait peston sekeliling pola kepala sisakan sedikit sebagai celah buat ngisi dakron..setelah terisi padat jait kembali hingga tertutup rapi..begitu juga dengan bagian badannya...













3. kemudian kita jait bagian rambutnya...setelah terjait rapi rambutnya kita masukkan dulu bagian kepalanya kita bikin tanda mata dan mulut (biar letakknya pas), kemudian lepaskan kembali pola kepala dari rambutnya lanjutkan untuk memasang mata dan mulut..setelah itu baru dipasang kembali dengan bantuan sedikit lem agar pola kepala dan rambut nggak lepas.... 
















3. Selanjutnya kita jait bajunya *untuk yang ini tergantung cara masing-masing yang di anggap mudah* pada bagian lengan bawah dan badan samping terlebih dahulu ..kemudian pasang badan boneka dari arah atas dengan sedikit di tarik baru dijait kembali bagian pundak boneka....selanjutnya pasang bagian kepala dengan bantuan lem ..













 4. Selanjutnya kita pasang sayap putihnya pada bagian belakang tubuh peri di antara punggung dan rambutnya..kemudian beri sedikit hiasan sesuai selera....biar keliatan imut beri sedikit blush on....Ini diaaaa peri cantik yang imuuut...Taraaaaa...













   Bonekanya bisa juga lho buat gantungan kunci atau tempelan kaca buat hiasan di mobil seperti ini..













  Thankksss, buatt BuNdA diennnn yg udAHHH ngajariiinnn....:)

Jumat, 26 Oktober 2012

Kerasi cantik Q..

Dasarny mobil-mobilan dulu dech.. :)

      Awalnya sih lihat-lihat kreasi cantik bunda dien...karena sering lihat bunda dien buat souvenir pesannan teman-temannya jadi pengen ikutan buat kreasi sendiri...meskipun sbelumnya belum pernah coba buat sesuatu yang lucu..
       Karena kata buda dien buat mobil-mobilan enggak sulit di cobah dech buat mobil-mobilan.. 
sekarang kita coba bikin yuuukk.....

 1. Siapkan Pola mobil dan kelengkapannya, kemudian tempelkan masing-masingn kelengkapan seperti kaca mobil dan roda di salah satu pola, dan pola lainnya di tempelkan tali kulit sebagai tempat gantungan nantinya...























































2. Kemudian jait peston sekeliling, tinggalkan sedikit celah buat ngisi dakron...

































Kemudian jait kembali ....beri sedikit hiasan dan pasang besi gantungan kuncinya..jadi deh....




























































sangking mudah nya dan asyik ny belajar buat mobil-mobilan enggak terasa udah banyak aja yang jadi dengan bermacam-macam warna bagus.....
















Thanks bunda dien udah ngajarinnn buat kreasii yang lucu-lucu.....

Rabu, 11 Juli 2012

Makalah Dinamika Kelompok



I.PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Dinamika kelompok  merupakan suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologi secara jelas antara anggota satu dengan yang lain yang dapat berlangsung dalam situasi yang dialami secara bersama.  Dinamika kelompok juga dapat didefinisikan sebagai konsep yang menggambarkan proses kelompok yang selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang selalu berubah-ubah Pembentukan Kelompok.
Desa Kuta Baru Kecamatan Tebing Tinggi merupakan desa yang memiliki Dinamika Kelompok, dimana Dinamika Kelompok itu sudah bejalan. Yang mana Dinamika Kelompok tersebut di ketahui seluruh anggota. Dari tujuan kelompok yang ingin dicapai, Unsur-unsur kelompok yang menyangkut pembagian tugas, hak, serta kewajiban anggota kelompok, Unsur-unsur kelompok yang berkaitan dengan aturan, atau kebiasaan-kebiasaan yang harus ditaati oleh semua anggota kelompok, Unsur-unsur kelompok yang harus diupayakan atau disediakan untuk mencapai tujuan, dan proses sosial yang terjadi dalam kelompok tersebut.

 Rumusan Masalah

Dalam melakukan kegiatan Dinamika Kelompok masyarakat Desa Kuta Baru tidak mengalami banyak hambatan dan rintangan, karena Unsur-unsur kelompok yang menyangkut pembagian tugas, hak, serta kewajiban anggota kelompok sudah cukup jelas dan tegas bagi seluruh anggota kelompok

1.2    Tujuan dan Manfaat Pratikum
Tujuan dari peratikum ini adalah :
1.      Mengetahui Dinamika kelompok yang sudah berjalan di Desa Kuta Baru.
2.      Melihat karakteristik masyarakat dengan adanya Dinamika Kelompok di Desa Kuta Baru.
Sedangkan manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :
1.      Dapat memberikan sumbangan pemikiran dan informasi bagi instansi-instansi terkait dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,khususnya bagi Anggota Kelompok Desa Kuta Baru.
2.      Bagi Anggota Kelompok, hasil pratikum ini sebagai infromasi tentang usaha yang dilakukan untuk mengatasi hambatan yang mereka sedang hadapi selama ini.
3.      Bagi penulis , dengan melakukan pratikum ini penulis dapat mengetahui karakteristik masyarakat Di Desa Kuta Baru dengan berjalannya Dinamika Kelompok.

                                                                II. TINJAUAN PUSTAKA

Erich Fromm mengawali kegiatan penyelidikannya yang disusun dalam buku Escape From Freedom untuk menunjukkan perlunya individu bekerja sama dengan individu lain, hingga timbul solidaritas dalam kehidupannya. Hal ini disebabkan karena terdorong oleh adanya keinginan individu untuk memperoleh kepastian dalam kehidupan ketika hasrat kepastian ini hanya diperoleh apabila masing-masing individu memiliki rasa solidaritas. Moreno mengemukakan bahwa perlunya kelompok-kelompok kecil seperti keluarga, regu kerja, regu belajar, ketika di dalam kelompok itu terdapat suasana saling menolong, hingga kohesi menjadi kuat, dan kelompok yang makin kuat kohesinya, makin kuat  moralnya. Kurt Lewin menyimpulkan bahwa tingkah laku individu sangat dipengaruhi oleh kelompok yang menjadi anggotanya. Jadi jelaslah bahwa kelompok itu memang benar-benar mempunyai pengaruh terhadap kehidupan individu.



III.  HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1     Hasil
Definisi Dinamika Kelompok
Pengertian dinamika kelompok dapat diartikan melalui asal katanya, yaitu dinamika dan kelompok :
·         Pengertian dinamika
Dinamika adalah sesuatu yang mengandung arti tenaga kekuatan, selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri secara memadai terhadap keadaan. Dinamika juga berarti adanya interaksi dan interdependensi antara anggota kelompok dengan kelompok secara keseluruhan. Keadaan ini dapat terjadi karena selama ada kelompok, semangat kelompok (group spirit) terus-menerus ada dalam kelompok itu, oleh karena itu kelompok tersebut bersifat dinamis, artinya setiap saat kelompok yang bersangkutan dapat berubah.
·         Pengertian kelompok
Kelompok adalah kumpulan orang-orang yang merupakan kesatuan sosial yang mengadakan interaksi yang intensif dan mempunyai tujuan bersama. Menurut W.H.Y. Sprott mendefinisikan kelompok sebagai beberapa orang yang bergaul satu dengan yang lain. Kurt Lewin berpendapat ”the essence of a group is not the similarity or dissimilarity of its members but their interdependence”. H. Smith menguraikan bahwa kelompok adalah suatu unit yang terdapat beberapa individu, yang mempunyai kemampuan untuk berbuat dengan kesatuannya dengan cara dan dasar kesatuan persepsi. Interaksi antar anggota kelompok dapat menimbulkan kerja sama apabila masing-masing anggota kelompok:
    • Mengerti akan tujuan yang dibebankan di dalam kelompok tersebut
    • Adanya saling menghomati di antara anggota-anggotanya
    • Adanya saling menghargai pendapat anggota lain
    • Adanya saling keterbukaan, toleransi dan kejujuran di antara anggota kelompok

 Pengertian dinamika kelompok
Dinamika kelompok  merupakan suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologi secara jelas antara anggota satu dengan yang lain yang dapat berlangsung dalam situasi yang dialami secara bersama.  Dinamika kelompok juga dapat didefinisikan sebagai konsep yang menggambarkan proses kelompok yang selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang selalu berubah-ubah Pembentukan Kelompok.
Pembentukan kelompok diawali dengan adanya perasaan atau persepsi yang sama dalam memenuhi kebutuhan Setelah itu akan timbul motivasi untuk memenuhinya, sehingga ditentukanlah tujuan yang sama dan akhirnya interaksi yang terjadi akan membentuk sebuah kelompok.
Pembentukan kelompok dilakukan dengan menentukan kedudukan masing-masing anggota (siapa yang menjadi ketua atau anggota). Interaksi yang terjadi suatu saat akan memunculkan perbedaan antara individu satu dengan lainnya sehingga timbul perpecahan (konflik) Perpecahan yang terjadi bisanya bersifat sementara karena kesadaran arti pentingnya kelompok tersebut, sehingga anggota kelompok berusaha menyesuaikan diri demi kepentingan bersama. Akhirnya setelah terjadi penyesuaian, perubahan dalam kelompok mudah terjadi.
Langkah proses pembentukan Tim diawali dengan pembentukan kelompok, dalam proses selanjutnya didasarkan adanya hal-hal berikut
Pembagian kelompok didasarkan pada tingkat kemampuan intelegensi yang dilihat dari pencapaian akademis. Misalnya terdapat satu atau lebih punya kemampuan intelektual, atau yang lain memiliki kemampuan bahasa yang lebih baik. Dengan demikian diharapkan anggota yang memiliki kelebihan tertentu bisa menginduksi anggota lainnya.


Pembagian kekuatan yang berimbang akan memotivasi anggota kelompok untuk berkompetisi secara sehat dalam mencapai tujuan kelompok. Perbedaan kemampuan yang ada pada setiap kelompok juga akan memicu kompetisi internal secara sehat. Dengan demikian dapat memicu anggota lain melalui transfer ilmu pengetahuan agar bisa memotivasi diri untuk maju.[1]
Terbentuknya kelompok karena memiliki tujuan untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas kelompok atau individu.
Pengorganisasian dilakukan untuk mempermudah koordinasi dan proses kegiatan kelompok. Dengan demikian masalah kelompok dapat diselesaikan secara lebih efisien dan efektif.
Kebebasan merupakan hal penting dalam dinamika kelompok. Kebebasan disini merupakan kebebasan setiap anggota untuk menyampaikan ide, pendapat, serta ekspresi selama kegiatanNamun demikian kebebasan tetap berada dalam tata aturan yang disepakati kelompok
Interaksi merupakan syarat utama dalam dinamika kelompok, karena dengan interaksi akan ada proses transfer ilmu dapat berjalan secara horizontal yang didasarkan atas kebutuhan akan informasi tentang pengetahuan tersebut.[1]

Pertumbuhan dan Perkembangan Kelompok
Indikator yang dijadikan pedoman untuk mengukur tingkat perkembangan kelompok adalah sebagai berikut:
1. Adaptasi Proses adaptasi berjalan dengan baik bila:
 a) Setiap individu terbuka untuk memberi dan menerima informasi yang baru
 b) Setiap kelompok selalu terbuka untuk menerima peran baru sesuai dengan dinamika kelompok tersebut
c) Setiap anggota memiliki kelenturan untuk menerima ide, pandangan, norma dan kepercayaan anggota lain tanpa merasa integritasnya terganggu.
2. Pencapaian tujuan Dalam hal ini setiap anggota mampu untuk
a) menunda kepuasan dan melepaskan ikatan dalam rangka mencapai tujuan bersama
b) membina dan memperluas pola.
c) terlibat secara emosional untuk mengungkapkan pengalaman, pengetahuan dan kemampuannya.
Selain hal diatas, perkembangan kelompok dapat ditunjang oleh bagaimana komunikasi yang terjadi dalam kelompok Dengan demikian perkembangan kelompok dapat dibagi menjadi tiga tahap, antara lain
1. Tahap pra afiliasi Merupakan tahap permulaan, diawali dengan adanya perkenalan semua individu akan saling mengenal satu sama lain Kemudian hubungan berkembang menjadi kelompok yang sangat akrab dengan saling mengenal sifat dan nilai masing-masing anggota
2. Tahap fungsional Ditandai dengan adanya perasaan senang antara satu dengan yang lain, tercipta homogenitas, kecocokan, dan kekompakan dalam kelompok. Pada akhirnya akan terjadi pembagian dalam menjalankan fungsi kelompok.
3. Tahap disolusi Tahap ini terjadi apabila keanggotaan kelompok sudah mempunyai rasa tidak membutuhkan lagi dalam kelompok. Tidak ada kekompakan maupun keharmonisan yang akhirnya diikuti dengan pembubaran kelompok.
Keunggulan dan Kelemahan dalam Kelompok
Dalam proses dinamika kelompok terdapat faktor yang menghambat maupun memperlancar proses tersebut yang dapat berupa kelebihan maupun kekurangan dalam kelompok tersebut:
1. Kelebihan Kelompok
  • Keterbukaan antar anggota kelompok untuk memberi dan menerima informasi & pendapat anggota yang lain.
  • Kemauan anggota kelompok untuk mendahulukan kepentingan kelompoknya dengan menekan kepentingan pribadi demi
  • Kemampuan secara emosional dalam mengungkapkan kaidah dan telah disepakati kelompok
2.   Kekurangan Kelompok Kelemahan pada kelompok bisa disebabkan karena waktu penugasan, tempat atau jarak anggota kelompok yang berjauhan yang dapat memengaruhi kualitas dan kuantitas pertemuan.

3.2.      Pembahasan
 Analisis dinamika kelompok di Desa Kuta Baru Kecamatan Teping Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatra Utara.
 Pendekatan Sosiologis : Analisis tentang komponen atau bagian-bagian kelompok.
(a). Tujuan kelompok yang ingin dicapai
1.      keberadaan tujuan : c. Tidak tertulis walaupun diketahui oleh semua   anggota.
2.      Penyusunan dan penatapan tujuan : a. Bersama, melibatkan semua anggota.
3.      Kejelasan tujuan bagi anggota : a. Jelas bagi semua anggota.
4.      Kesesuaian tujuan dengan kebutuhan anggota : a.sangat sesuai.
5.      Seberapa dalam anggota kelompok memahami tentang tujuan yang ingi dicapai : a.Seluruh anggota memahami tujuan kelompok.
 (b). Unsur-unsur kelompok yang menyangkut pembagian tugas, hak, serta kewajiban anggota kelompok.
6.      Kejelasan ketegasan jenjang sosial : b. Cukup jelas dan tegas.
7.       Kejelasan dan ketegasan peran status : a. Sangat jelas dan tegas.
8.      Kejelasan dan ketegasan kekuasaan : b. Cukup jelas dan tegas.
(c). Unsur-unsur kelompok yang berkaitan dengan aturan, atau kebiasaan-kebiasaan yang harus ditaati oleh semua anggota kelompok.
9.      Kepercayaan yang dianut oleh anggota kelompok menukung pencapaian tujuan : a.Sangat mendukung.
10.   Keberadaan sanksi bagi anggota kelompok : c. Tidak tertulis diketahui oleh semua anggota.
11.  Kejelasan dan ketegasan sanksi bagi anggota : b. Cukup jelas dan tegas.
12.  Pelaksanaan sanksi bagi anggota kelompok : a. Berlaku sama bagi semua anggota.
13.   Keberadaan norma bagi anggota : c. Cukup jelas dan tegas.
14.  Pelaksanaan norma bagi anggota kelompok : a. Belaku sama bagi anggota kelompok.
15.  Keberadaan sentiment positif anggota kelompok : c. Jarang sekali muncul dalam prilaku anggota.
16.  Keberadaan sentimen negatif anggota kelompok : a. Jarang muncul dalam prilaku.
(d). Unsur-unsur kelompok yang harus diupayakan atau disediakan untuk mencapai tujuan:
17.  Ketersediaan kemudahan (fasilitas) yang diperlukan anggota kelompok : b.Selalu tersedia walau terkadang dalam jumlah yang tidak mencukupi.
18.  Pemanfaatan fasilitas oleh anggota kelompok : a. Selalu digunakan secara maksimal.
19.  Keberadaan tegangan dan himpitan yang memperkuat persatuan dan kesatuan sesama anggota : c. Tidak pernah ada.
20.  Penggunaan atau pemanfaatan fasilitas oleh anggota : b. Selalu digunakan walaupun tidak secara maksimal.

Analisis terhadap proses sosial yang terjadi dalam kelompok
            (a). Komunikasi
21.  Interaksi antar sesame anggota dalam pelaksaan kegiatan untuk mencapai tujuan kelompok :
a. Selalu lancar dan efektif.
            (b). Pemeliharaan batas
22.  Pemeliharaaan batas-batas social kelompok dengan lingkungannya :
b. Terpelihara walaupun kurang efektif
            (c). Kegiatan sistematik
23.  Jalinan atau keterkaitan suatu kelompok dengan kelompok yang lain : a. Terjalin dengan baik dan efektif.
            (d). Pelembagaan
24.  Proses pelembagaan fungsi-fungsi sosial atau hubungan-hubungan sosial :
a. Dikembangkan sub-kelompok yang memiliki jalinan yang baik.
            (e). Sosialisasi
25.  pembelajaran atau pewarisan nilai-nilai kelompok kepada setiap        anggota :
 b. Berjalan walaupun kurang efektif.
            (f). Kontrol Sosial
26.  Proses pengawasan terhadap prilaku setiap anggota agar tidak  menyimpang dari  aturan yang disepakati : c. Kurang berjalan sehingga kurang efektif.